Sederet Angka 12 Juni 2012.

ku ditembak bersimbah darah seakan seperti hewan Di Jalan tua perumnas III.

tetap habadi kisah cinta ku terhadap bangsa yang terjajah ini, dan kematian ku akan menjadi saksi dalam perjuangan Papua merdeka.

saya berjuang demi bangsa ku Bumi Cenderawasih. Cinta yang ku tanam dalam diriku hanya untuk mengusir parah koloni penjajah.

Namaku mako musa Tabuni. Ku Tak akan pernah berhenti, sebelum Kolonial idonesia keluar dari negeri ini. 

ku tak pernah takut kau menangkap ku dengan pasal makar berkali-kali, Ku Tak pernah takut kau membunuh dan menyiksa ku berkali kali.

Karena ku tauh kau bukan manusia, karena ku tauh kau tidak punya hati nurani, karena ku tauh kau tidak ingin kami manusia.

Maka ku tak akan pernah untuk berhenti untuk bersuara tentang kemerdekaan.

Apapun kau mau tawarkan kepada ku ku tetap tolak karena cinta ku hanya untuk Papua Merdeka Dari penjajah Indonesia. 

Karena cinta ku tulus demi pembebasan bangsa ini, tidak mungkin karena sepiring nasi, ku mengkhianati perjuangan cuci ini. Tidak mungkin karena Otsus Dan DOB ku Melupakan pengorbanan pendahulu. tidak mungkin karena slogan NKRI hari mati ku ganti nama mako menjadi Mati.

Nama ku tetap mako musa Tabuni. Akulah sejarah, Akulah yang dibunuh, ku sudah dibunuh tapi masih ada seribu mako, ku dibunuh tapi masih ada penerus perjuangan ini.

Ku akan menunggu kemenangan mu di ujung aspal jalan tua Perumnas III.

Satu kata LAWAN!!! (12 Juni 2012)


________________

Gorontalo. 24/April/2023.

Lebih baru Lebih lama