Kali ini saya ingin tulis sedikit pengamatan pendek saya tentang konflik di Papua TENTARA NASIONAL INDONESIA TNI Versus TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT TPNPB, selamat membaca artikel ringan ini semoga bermanfaat.
__________good-luck
Pada tahun 1990-an pemerintah Indonesia dalam operasi militer di daerah Papua pegunungan di Wamena dan beberapa daerah lainnya, pemerintah Indonesia memberikan nama terhadap pejuang Papua merdeka, Tentara Pembebasan Nasional Papua barat, TPN-PB atau Organisasi Papua Merdeka, OPM. Dengan sebutan GEROMBOLAN. Kemudian berjalan nya waktu pada Tahun 2000-an, Pemerintah Indonesia ganti lagi nama GEROMBOLAN tadi. menjadi SEPARATIS, KKB, dan TERORIS sampai hari ini masih mengunakan bahkan rakyat Indonesia pun mulai ikut-ikutan tanpa cari pembenaran.
pelabelan yang diberikan oleh penguasa terhadap TPNPB-OPM di atas ini, sangat provokatif dan dampak nya sangat buruk bagi kami rakyat sipil, karena secara tidak langsung Pemerintah Indonesia memprovokasi, dua ratus ribuan penduduk indonesia mereka akan percaya begitu saja tanpa memilah informasi, sehingga jika kami rakyat Papua melakukan perlawanan apapun apalagi saat kami demo tentang pelanggaran HAM pasti mereka akan sebut kami pendukung KKB dan lain sebagainya.
Bahkan kami lebih khusus mahasiswa Papua diluar Papua seperti se Jawa dan Bali, Sulawesi Tengah dan kota studi lainnya sering dikatakan pendukung KKB saat kami demo damai dengan isu yang beragam pun.
Bahkan dalam pemberitaan media online media cecak dan lainnya sudah dikendalikan oleh penguasa maka mereka mediasi kebohongan, dan membungkam kebenaran yang ada di Papua
Upaya pemerintah Indonesia untuk mengamankan Papua dengan operasi militer sudah cukup lama dan tidak ada satupun titik terang bahkan makin buruk, karena perkembangan sejauh ini di tanah Papua, dalam pengamatan pendek saya, Operasi militer di Papua tidak ada perubahan justru makin memperkeruh situasi bahkan banyak makan korban jiwa terutama yang jadi korban jiwa adalah masyarakat sipil di daerah konplik seperti Intan Jaya, Nduga, Maybrat, pegunungan bintang, Yahukimo dan se tanah Papua.
Seperti beberapa kasus korban rakyat sipil misalnya pembunuhan Pdt Jeremia Zanabani, 2019. makilon Tabuni 2022, Luther Zanabani dan Apius Zanabani 2023, Tarina Murib 2023. dua siswa di Yahukimo 2024, tiga warga sipil di puncak Papua 2024. Dan masih banyak lagi.
kemudian ini data warga sipil yang di siksa keseluruhan Data hasil riset di Australian National University yang dipublikasi dalam buku berjudul "Torture and Peace-building in Indonesia: The Case of" Papua menunjukkan, dari setidaknya 431 kasus penyiksaan oleh aparat pada periode 1963-2010 di Papua, hanya dua yang dilakukan terhadap milisi pro-kemerdekaan. Sisanya merupakan penyiksaan terhadap warga sipil nonkombatan alias orang-orang yang tidak mengangkat senjata.
Pelanggaran HAM dan penyiksaan di Papua dari tahun ke tahun semakin memperparah, dan penguasa juga tidak ada niat untuk mengakhiri dan mengubah cara pendekatan di Papua, penguasa selalu kirim Aparat TNI/POLRI dalam jumlah besar katanya untuk pengamanan atau perdamaian di Papua tapi justru terbalik apa yang terjadi di Papua.
TNI/POLRI dikirim ke Papua bukan untuk kejar TPNPB-OPM tetapi untuk membunuh menyiksa dan mengkriminalisasi masyarakat sipil, itu terbukti dengan banyaknya kajian yang dilakukan beberapa LSM, kajian cepat seperti "EKONOMI POLITIK PENEMPATAN MILITER DI PAPUA" dan juga riset di Australian National University yang dipublikasi dalam buku berjudul Torture and Peace-building in Indonesia: The Case of, masih banyak lagi kajian-kajian bisa cari di media online tentang Pengiriman militer dan kerja mereka selama bertugas.
Kemudian tentang TPNPB-OPM yang disebut sebut sebagai GEROMBOLAN, SEPARATIS, KKB, atau TERORIS, oleh penguasa Indonesia dulu hingga hari ini kalau melihat dari latar belakang TPNPB OPM mereka sebelum nya masyarakat sipil kemudian mereka angkat senjata dan melakukan perlawanan terhadap aparat TNI/POLRI, masalah utama adalah persoalan sejarah orang Papua kemudian ditamban lagi aparat TNI/POLRI dalam tugas membunuh anak mereka atau sanak saudara, dan keluarga mereka lalu, tanah mereka dirampas oleh penguasa Indonesia atas kepentingan kapitalis dan imperialis.
Maka masyarakat sipil tadinya angkat senjata lalu gabung dengan Tentara pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka TNPB OPM, melakukan perlawanan terhadap aparat TNI/POLRI untuk melindungi rakyat Papua dan menjaga tanah leluhurnya.
jadi sekali lagi saya ingin tegaskan bahwa mereka adalah pejuang Kemerdekaan Papua, mereka berjuang untuk mempertahankan harga diri dan martabat manusia Papua serta sumber daya alam yang tiap hari dieksploitasi oleh penguasa.
Kalau Saya melihat Justru TNI/POLRI lah yang pantas disebut sebagai SEPARATIS, KKB, KKSB. karena Mereka terbukti banyak melakukan pembunuhan, penyiksaan pemerkosaan, terhadap warga sipil seperti makilon Tabuni umur 14 thn disiksa lalu dituduh bagian dari TPNPB lalu bakar di didepan rumah sakit, yang dilakukan oleh TNI, mama tarina Murib ditembak lalu dimutilasi memotong leher pelaku nya juga TNI, masih banyak lagi lebih detail bisa baca dalam tulisan media BBC NEWS INDONESIA dengan judul tulisan menelusuri kasus penyiksaan warga sipil oleh Prajurit TNI di puncak Papua kami bebas melakukan apa pun yang kami suka.
berdasarkan beberapa sumber sebelum nya sudah saya jelaskan diatas juga terkait tindakan TNI/POLRI selama bertugas di Papua, kalau sebagian besar rakyat Indonesia menganggap TNI POLRI tugas di Papua untuk melindungi menjaga orang Papua, saya mau bilang tidak.
karena kalau memang TNI POLRI dikirim ke Papua untuk melindungi rakyat Papua, mengapa ada kalimat (pengungsi) dan di beberapa daerah konflik seperti Nduga, Intan Jaya, Maybrat, Pegunungan bintang, Yahukimo Masih mengungsi? dan mengapa rakyat sipil lebih memilih mengungsi ke hutan yang katanya ada TPNPB OPM?
Maka kita bisa melihat bahwa TPNPB-OPM adalah Roh pelindung rakyat Papua dan berjuang demi rakyat Papua, Tanah Leluhur dan hak menentukan sendiri atau kemerdekaan Papua, sedangkan TNI/POLRI dikirim dari berbagai daerah di indonesia, dengan tujuan untuk mengusir rakyat sipil dari tanah leluhurnya dengan cara membunuh, menyiksa, memperkosa, memutilasi.
Mereka melakukan aksi premanisme seperti membunuh menyiksa dan lainnya terhadap warga sipil ditempat publik dan di markas mereka, itu sudah menjadi kegiatan mereka hari-hari di Papua setelah mereka menghabisi atau membunuh rakyat sipil, lalu mereka tuduh korban bagian dari TPNPB OPM di depan media.
keluarga korban ingin memberikan keterangan dan ingin membantah, dan mengklarifikasi namun sayangnya cerita keluarga tidak pernah dipublikasikan lewat media online media cecak dan lainnya, karena di ancam oleh penguasa melalui aparat represif.
Karena minimnya ruang demokrasi dan kebebasan pers di Papua, TNI POLRI selalu lolos dari hukum karena dapat legitimasi dari pimpinan mereka maka mereka dengan leluasa melakukan apapun di Papua, saya mengutip pernyataan seorang mantan tentara yang pernah ditugaskan menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Tentara itu bernama Maxi, nama samaran yang diberikan untuk melindungi identitasnya.
“Kami menendang mereka, memaksa mereka berjalan jongkok, lari, dan melakukan push-up. Kami menonton itu,“ kata Maxi.
“Kami tidak menembak siapapun, tapi kami bebas melakukan apapun yang kami suka. Ini seperti permainan bagi kami, untuk bersenang-senang. Kami tidak memiliki aktivitas apapun dan komandan kami pun tidak berbuat banyak untuk merespons tindakan kami. Dia membiarkan kami.
“Benar, awalnya ada perintah tapi kemudian tindakan itu menjadi praktik umum seolah-olah itu tugas kami, padahal tidak begitu,” kata Maxi.
Jadi bagi sebenarnya TPNPB-OPM adalah roh yang melindungi west Papua dan pejuang sejati untuk melindungi akar rumput Sorong sampai Merauke.
Untuk dapat referensi lebih jelas terkait tulisan ini saya memberikan rekomendasi untuk mampir di beberapa media dan buku berikut.
Jubi.co.id media
SuaraPapua.com media
Kitorang setengah binatang, buku.
Memoria passionis, buku.
etnis melanesia, buku.
Indoprogres. Media
Elsham Papua.
Dan masih banyak lagi tulisan-tulisan dan riset tentang tituasi Papua silakan login di google lalu ketik apa yang mau kalian cari tentang persoalan yang ada di Papua.
______________
Refrensi:1. https://kontras.org/wp-content/uploads/2021/08/FA-LAPORAN-PAPEDA-SPREAD.pdf