𝙆𝙚𝙨𝙚𝙣𝙜𝙨𝙖𝙧𝙖𝙖𝙣 𝙞𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞.

Di petang hari.

waktu bangsa orang sa heran. 

Mengenang deng kenyataan. 

Apakah sudah tau memang. 

Atau hanya mo ikut-ikutan. 

Sa bingung, heran tapi semua memang kenyataan. 

Sepersen, bagai uang seng-seng di penjajahan kaisar Pilatus gambaran koin. 

Beberapa koin, dia memegang. 

Bahkan pukul 3 sebelum terang. 

1 nyawa melayang, ratusan jiwa bersenang-senang tanpa sayang. 

"Jangan!!!"

"Jangan!!!"

"Jangan!!!"

Hanya di bungkam

Sayang, irianiku

Kau tercipta berbeda dengan yang lain. 

Banyak kekayaan, banyak pula juga kekejaman. 

Kecantikan, kelemahlebutan. 

Indah dipandang

Kau tercipta bukan untuk dikurung iriani. 

Kau ada bukan untuk ditelanjangi. 

Kau bukan untuk Kapitalis asing yang datang menyerang lambung. 

Oooh iriani...

Pemilikmu ialah mereka yang berkorban. 

Bukan mereka yang bersenang goyang deng korupsi bermuka topeng. 

Jika kelak akhir hari pengadilan. 

Jangan kau bungkam, sebab mereka sudah membungkam. 

Kau harus tau iriani. 

Kesengsaraan, dikurung bukan hanya sebagai dongeng akan tetapi kenyataan...... 

Iriani sayang. 

jangan sayang tetapi telang deng senapan. 

Jika mereka menyerang lelakimu di hutan. 

Telanglah mereka hingga ke kerajaan cacing. 

Dan memuntahkanlah mereka dikerajaan perempatan sorong. 

Dan ingat iriani!!! 

Di pinggir kulit cantikmu

Ada yang menyetujui membebaskan engkau. 

Terimalah mereka jika mereka dikejar pisau. 

Sebab tak semua hitam adalah kekasihmu. 

Dan tak semua putih adalah lawanmu.

 

Gorontalo 9 Juli 2024. 

Elia Edowai

Lebih baru Lebih lama