𝙋𝙚𝙧𝙥𝙞𝙨𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙇𝙞𝙢𝙗𝙤𝙩𝙤

Di pagi hari yang cerah saya dibangunkan oleh kawanan ayam nya tetangga, 

Usai itu duduk tanpa berpikir ini dan itu. 

yang ada dalam benak saya, hanyalah Bangun Pagi Siap Bergegas Ke Kampus. Hanya itu yang ada dalam benak saya!... 

Saya berdiri dari tempat tidur dan siapkan diri untuk mandi dan bersiap-siap ke kampus. 

Usai mandi saya menggunakan baju batik asal dari Bali kepulauan Jawa. 

Baju itu saya di kasih dari kaka kandung, namanya kaka Ice!.

Sebagai hadiah Natal, 2020 memasuki 2023.

Dan celana trening panjang, putih bertali putih.

Saya dikasih dari kaka berpangkat om. Kaka, Om Marianto Sebagai kenangan perpisahan Tempat tinggal di Manokwari 2023.

Untuk problemnya perpisahan mungkin saya privat. sebagai cerita yang akan dikenakan, hingga kelak menjadi guru di pendidikan dasar. 

Lanjut!..... 

Usai itu saya bergegas dari kontrakan 03 IMAPEN, ke kampus. 

Sebelum itu saya bersalam-salaman untuk pamit dari Penghuni yang sedang memotong/membersihkan sayur 

saya melangkah dari kontrakan menggunakan sepatu Putih Milik ade saya, yang sempat saya bawa tanpa ijin. Ade Lewi Edowai. 

Tepatnya Pukul 09-30 Wita saya bergegas Ke Kampus Meninggalkan kontrakan 03 IMAPEN Dari pandangan saya!... 

Dan langkah demi langkah saya melangkah hingga tibah di kampus.

Dan di kampus pagi pukul 06 sudah ada kegiatan Milad UMGO

tetapi pukul 09-34 Wita saya tibah di kampus tidak ada Kegiatan dan saya berpikir dan berbicara dalam hati 

"Ahk!...Hari milad su selesai kh"

Dan saya meninggalkan lapangan UMGO dan bergegas ke Bakalan Indor tepatnya di blakan Sekretariat MAPALA Mohuyula. 

dan saya mengeluarkan buku dari tas saya membaca sambel menyambungkan Wi-Fi Di Indor dan duduk dan beberapa menit kemudian. 

Selagi saya bersantai, Datang salah satu dari Papua juga yang kuliah di universitas yang sama kawan Pendiron.

Dia tegur saya dan kami Bersalaman kumbi Sebagai Budaya Kami. 

kami Melakukan Kilo Moti/kumbi Sebanyak 2x dua kali dan bersalaman dua kali lagi. 

Kami baku tanya kabar serta kendala-kendala aktivitas kami. 

Dan kawan Pendiron bertanya "Kawan, Kemarin kawan di mana? 

Sa cari-cari kawan di kampus baru kawan tidak kentara itu kawan? 

Jawab saya "ah kawan kemarin saya sama pige kami tidur di Fakultas dalam kelas Madinah dari siang jam 01-sampe jam 4 sore!. Kata saya dengan senang hati menjawab pertanyaannya. 

Dan ujar kawan Pendiron: "ooooo iyo-iyo kawan, kemarin Sa tidak cek di Fakultas jadi kawan oooo

Saya menjawabnya: ooo benar kawan Hormat mungkin kalau kawan cek Di fakultas mungkin kawan sudah dapat kita di Fakultas!....

kawan ooo hormat!...... 

Jawab Pen:  oooo iya kawan benar-benar!... 

Usai itu kami duduk dan bercerita ini, itu dan sebagainya

Lalu kawan Pendiron dia melirik buku saya dari hadapan saya dan saya menjelaskan tentang buku Materialisme Dialektika Historis. 

Sesudah menjelaskan buku MDH saya serahkan kepadanya untuk membaca buku MDH itu!... 

Dia selagi membaca dan daya menjelaskan,

Bagaikan guru dan murit yang saling ajar mengajar... 

Karna dalam kehidupan Kami Sebagai Manusia, Kamilah Yang Menjadi Guru, Kami Pula Jadi Murid!... 

Usai itu kami di siang terik Angin Yang ber hembusan Sana-sini Melemahkan tubuh, dan kata Pendiron kepada saya!... 

"Kawan kami jalan cari makan siang sudah sudah jam ini kawan"

Dan kami jalan mencari makanan. Yah biasa mahasiswa dan hidup dirantau

Kami mencari makan Nasi limaribu di kanting. 

Usai makan kami berbincang kawan katanya pendi kepada saya. 

"Kawan ada MK kh"

Lalu saya menjawab. 

"Ah kawan kami tidak ada MK ini kawan

Kalau kawan ada MK kh atau tidak" 

Kata saya dengan pertanyaan kepadanya

Jawabnya 

"Kami tidak ada MK lagi ini kawan"

Dan kata saya kepadanya. 

"Kawan kalau begitu kita pulang sudah, kalau kawan tidak ada MK lagi!... 

Sa lagi ada mau jalan ke lapangan pos center ini kawan!..."

Jawabnya. 

"Gass atau jalan sudah kawan!..."

Kata saya kepadanya. 

"Ok jalan!..."

Usai maka  kami jalan kami menempuh beberapa ratus meter dari kampus ke Limboto, 

Selama perjalanan kami berbincang, bercerita saling tukar pikiran. 

Dalam perjalanan kami bertemu sekelompok anak-anak dan memanggil kami dan memberi salam hangat dari bocil-bocil itu dan kata bocil itu kepada kami

Ujarnya!... 

"Smangat kaka" Dengan kode tubuh, tangan kirinya yang ter angkat. 

Dan kata itu menyentuhkan perasaan Pendiron dan ujar Pendiron!. 

"Ayaaaa!.... Anana itu kasih semangat ke kami ini !... Demi!... Sa tidak pernah dengar Kata-kata seperti ini Ooooo!... Sayaang oooo!..."

Dengan nada yang lemah lembut ujar kawan Pendiron kepada saya. 

Dan saya merasa tersentuh ketika mendengar intonasi suaranya yang lemah lembut itu terhadap anak-anak itu dan kata saya kepada Pendiron. 

"Iya kawan Ah!... kawan itu mereka tegur kami itu kawan"

Kata saya kepada Pendiron. 

Jawabnya. 

"Iyo kawan!.... Saya baru kali ini dengar kalau anana kecil yang kasih semangat saya oooo!... Kawan"

Tanggapan saya. 

"Ooo benar kawan hormat!..."

Dan kami dua berjalan menuju Limboto beberapa menit kemudian, tanpa angin, hanya kendaraan roda dua, tiga dan empat yang berkeliaran di samping kanan kami. 

Kami melirik ke arah gunung sebelah kanan yang jaraknya 5km sudah mulai hujan dan posisi kami di situ mendung. 

Kami pun melangkah lebih cepat dan gegas ke arah Limboto

Pass di Limboto perempatan jalan masuk kontrakan 01 IMAPEN belok kiri dan jalan masuk tempat tinggalnya Pendiron sebelah kanan. 

Hujan tiba-tiba deras dan kami cepat-cepat bersalaman dan berpisah di perempatan itu.

Dalam hati saya berkata bahwa. 

"Ado hujan ini bikin kami tidak bersalaman dengan baik tapi sebagai kata perpisahan untuk hari itu!... Akan tetapi ah sudah besok juga baku dapat di kampus"

Yang ada dalam benak saat berpisah dari Pendiron di perempatan itu!


______________

Elia Edowai

Gorontalo 31 Mei 2024

Lebih baru Lebih lama